Kamis, 04 Februari 2010

IHSG Lagi-Lagi Melemah

JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan siang ini masih ditutup terkoreksi. Koreksi ini merupakan imbas dari indeks Wall Street yang melemah, dan memberikan imbas negatif pada pasar regional.

Pada perdagangan sesi siang Kamis (4/2/2010), IHSG ditutup melemah 3,19 poin atau 0,12 persen ke posisi 2.601,26. Jakarta Islamic Indeks (JII) terpantau melemah 0,4899 poin ke posisi 428,26 dan LQ45 turun 0,4899 poin ke posisi 428,26.

Volume perdagangan terpantau 2,691 miliar lembar saham senilai Rp1,4 triliun. Saham yang dibuka menguat sebanyak 72 jenis saham, melemah 89 jenis saham, dan stagnan 60 jenis saham.

Saham-saham yang dibuka melemah atau top loser, antara lain PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp400 ke posisi Rp35.250, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp50 ke posisi Rp7.500, PT Bank Danamon Tbk (BDM) turun Rp50 ke posisi Rp4.775.

Saham-saham yang dibuka menguat atau top gainer, antara lain PT Adaro Energy Tbk (ADR0) naik Rp10 ke posisi Rp1.930, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp450 ke posisi Rp23.750, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp100 ke posisi Rp13.650.

Siap-Siap, Selama Sepekan Rupiah Bakal Menguat

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah selama sepekan ke depan diprediksi akan mengalami penguatan. Faktor penyebabnya, adanya angin segar dari penjualan sukuk ritel yang melampaui target pemerintah.

"Minggu ini ada sentimen positif dari pasar, yaitu penjualan sukuk ritel yang bisa sedikit memberikan efek kontraksi kepada rupiah," ujar analis Lana Soelistianingsih, dalam buletin yang dipublikasikan oleh Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Senin (1/2/2010).

Namun, jelasnya, pergerakan rupiah yang berhasil menguat pada penutupan akhir pekan lalu, diprediksi memberi imbas pada pergerakan saham pekan ini. "Kami perkirakan rupiah ada dalam kisaran Rp9.280 sampai Rp9.400 per USD.

Pergerakan nilai tukar rupiah di sepanjang pekan terakhir Januari sempat mengkhawatirkan menembus kembali level Rp9.450 per USD pada kurs tengah Bloomberg. Pelemahan ini terjadi karena menguatnya mata uang USD.

Tidak hanya rupiah yang melemah, tetapi juga mata uang Asia lainnya. Namun mulai Kamis lalu, rupiah mulai menguat kembali ke Rp9.340 per USD, dan akhirnya ditutup di Rp9.353 per USD. Seperti halnya rupiah yang bergerak searah dengan mata uang Asia lainnya, IHSG juga demikian.

IHSG ditutup turun ke 2.610,8 pada akhir perdagangan pekan lalu (Jumat 29 Januari). Sentimen dalam negeri masih kurang kondusif pada minggu lalu, demo dan agenda 100 hari pemerintah yang menimbulkan hiruk pikuk politik tidak menarik perhatian investor. Justru kondisi ekonomi global masih terus menjadi pertimbangan utama investasi. Sementara itu harga minyak mentah juga masih dalam tren turun, ditutup di USD72,89 per barel.

Sekadar mengingatkan, nilai pemesanan sukuk negara ritel 002 (SR-002) hingga kemarin telah melampaui target pemerintah. Tercatat, nilai pemesanan SR-002 sebesar Rp3,22 triliun. Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan, target penjualan SR-002 telah melampaui target. Nilai itu diperoleh menyusul banyaknya minat investor terhadap instrumen tersebut, padahal masa penawaran masih tersisa lima hari lagi.

Sementara itu, jumlah investor yang memesan instrumen negara tersebut mencapai 7.772 investor. Nilai pemesanan dan jumlah investor diperkirakan lebih besar lagi karena dua agen penjual belum melapor. Tingginya minat investor terhadap SR-002 karena pajak atas kupon dan imbal hasil yang ditawarkan lebih menarik dibanding instrumen lainnya.

Seperti diketahui, pajak atas kupon dari SR-002 ditetapkan sebesar 15 persen, lebih kecil dibandingkan pajak atas deposito yang mencapai 20 persen. Sementara imbal hasil SR-002 sebesar 8,7 persen, juga lebih tinggi dibandingkan bunga deposito yang rata-rata enam persen

Cadangan Devisa Cetak Rekor Tertinggi

JAKARTA - Cadangan devisa Indonesia hingga akhir Januari 2010 melonjak USD69,6 miliar atau mengalami kenaikan jika dibanding posisi Akhir Desember 2009 yang sebesar USD66,105 miliar.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Biro Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi A Johansyah, dalam situs BI, di Jakarta, Kamis (4/2/2010).

Selain itu, surplus neraca pembayaran juga diperkirakan akan lebih tinggi didukung oleh surplus pada transaksi berjalan yang relatif besar.

Selain itu, arus modal luar negeri yang masuk ke perekonomian domestik relatif besar sejalan dengan kondisi fundamental perekonomian domestik yang cukup kuat dan meningkatnya rating Indonesia

Tiga Kewaspadaan Hadapi Komoditas Pangan

JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengungkapkan ada tiga kewaspadaan yang harus dimiliki dalam menghadapi permasalahan dalam komoditas pangan.

Hal ini diungkapkan Bayu, di sela acara seri diskusi: Blak-Blakan Soal Ketahanan Pangan, di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (3/2/2010) malam.

Tiga kewaspadaan tersebut yakni pertama sumber instabilitas komoditas pangan yang saat ini berasal dari pasar internasional. Hal itu terlihat pada naik-turunnya harga komoditas yang lebih dipicu permainan para hedge fund tingkat dunia.

Menurutnya, saat ini, komoditi sudah sedemikian canggih, di mana harga bisa berubah hanya dalam sehari. Padahal, yang ada saat ini adalah perpindahan kontrak komoditas dan tidak ada perdagangan komoditasnya.

"Kalau perlu investasi dana dari manapun. Indonesia butuh banyak lagi orang-orang pintar yang dikirim belajar ke luar negeri, seperti pernah dilakukan ketika mengirimkan 250 orang," katanya.

Kewaspadaan kedua yang harus dimiliki masyarakat Tanah Air adalah ketidakpastian dan perubahan iklim. Terakhir, adalah Indonesia saat ini mengalami lack of investment di bidang pangan dan pertanian.

Indonesia membutuhkan investasi di bidang pertanian dan pangan. Tidak hanya terbatas pada pembagunan pabrik, melainkan investasi di bidang penelitian, pembangunan irigasi yang membutuhkan Rp100 triliun, serta perbaikan pabrik pupuk sebesar Rp75 triliun.

BI Rate Masih Tetap di Level 6,5%

text TEXT SIZE :
Hartadi A Sarwono. (Foto : Koran SI)

JAKARTA - Seperti yang sudah diperkirakan, Bank Indonesia (BI) tidak mengubah tingkat acuan suku bunga BI (BI rate) yang berada di posisi 6,5 persen.

"BI Rate diputuskan tetap 6,5 persen karena masih konsisten dengan pencapaian inflasi 2010 sebesar lima persen plus minus satu persen," kata Deputi Gubernur BI Hartadi H Sarwono, melalui pesan singkatnya, di Jakarta, Kamis (4/2/2010).

Dia menjelaskan, kenaikan inflasi yang terjadi pada Januari 2010 sebesar 0,84 persen (month on month/MoM) lebih banyak diakibatkan oleh kenaikan harga beras.

"Dengan perkiraan datangnya musim panen harga beras akan kembali menurun dan lebih baiknya distruibusi bahan pokok tidak mengganggu pencapaian inflasi keseluruhan tahun," jelasnya.

Cegah Pembobolan ATM, Danamon Siapkan USD10 Juta

text TEXT SIZE :
Ilustrasi. Foto: Corbis

JAKARTA - PT Bank Danamon Tbk (BDMN) menginvestasikan dana sebesar USD10 juta untuk mencegah kasus pembobolan ATM yang marak akhir-akhir ini.

"Dana tersebut akan dialokasikan untuk memperbaiki sistem IT di perseroan. Apalagi menyusul kejadian pembobolan ATM yang mulai marak lagi," jelas Wakil Direktur Utama Bank Danamon Joseph Luhukay, selepas konferensi pers, di Hotel Shangri-La Jakarta, Senin (25/1/2010).

Hingga saat ini, pihak perseroan belum mengalami keluhan dari nasabahnya soal kebobolan ATM tersebut. Namun untuk pencegahan, perseroan akan melindungi nasabah dengan peningkatan infrastruktur IT-nya.

Selain itu, dana tersebut akan dialokasikan untuk mengganti kartu ATM nasabah secara rutin per tahun. Cara ini, kata Joseph, jarang dilakukan oleh perbankan lain dan membiarkan kartu ATM lusuh.

"Dana itu juga digunakan untuk menambah unit mesin ATM dan kantor cabang. Namun detail jumlahnya baru akan difinalisasi nanti," pungkasnya.

BCA Blokir Kartu ATM Nasabah

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melakukan pemblokiran sepihak kepada rekening nasabahnya di Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah pembobolan via ATM terulang kembali.

"Pemblokiran yang dilakukan hari ini merupakan langkah preventif dari BCA untuk mencegah agar kasus pembobolan dana nasabah via ATM tidak terjadi lagi," ungkap Wakil Direktur Utama BCA Jahja Setiaadmadja, di Jakarta, Kamis (4/2/2010).

Pemblokiran tersebut, lanjut Jahja, diduga karena kartu ATM tersebut telah digandakan oleh pihak pembobol. Sehingga untuk menjaga keamanan nasabah, pihak BCA memilih untuk memblokir sepihak.

Jahja menghimbau kepada seluruh rekening nasabah BCA yang diblokir hari ini untuk segera ke kantor cabang BCA terdekat. Hal itu dilakukan karena pihak BCA ingin mengganti kartu ATM nasabah.

"Untuk keamanan nasabah, BCA terpaksa memblokir rekening nasabah karena rekening tersebut diduga telah dibobol. Makanya BCA menghimbau agar pemilik rekening yang terblokir agar mengganti kartu ATM-nya di kantor cabang BCA terdekat," sarannya.

Sementara terkait tersangka yang terbukti orang dalam BCA, Jahja menjelaskan pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya ke kepolisian.

"Sanksi dari perusahaan pasti dipecat. Setelah itu kami serahkan ke kepolisian untuk diproses lebih lanjut," pungkasnya
 

©2009Rivayogi News | by TNB