Para Menteri KIB II (Foto: Koran SI)
JAKARTA - Situasi dilematis saat ini diperkirakan tengah berkecamuk di dalam diri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Di satu sisi, partai mitra koalisi berulah, namun untuk memberikan sanksi dengan merombak kabinet, ongkos politiknya terlalu besar.
Demikian dikatakan pengamat politik Sebastian Salang di kantor Formappi, Jalan Matraman Raya No 32 B, Jakarta Timur, Selasa (9/2/2010). “Menurut saya ini ada kebingungan yang luar biasa dari SBY,” ujarnya.
Yang menjadi pikiran SBY, menurut Sebastian, adalah dampak reshuffle. Kalau semua partai mitra koalisi yang berulah di pansus Century diberi sanksi berupa reshuffle wakilnya dikabinet, maka koalisi hanya tinggal dua. Yakni Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrat sendiri.
“Dan, fatalnya dua fraksi tersebut belum punya pengalaman mumpuni di kabinet. Jadi Pak SBY akan berpikir 1.000 kali untuk me-reshuffle kabinet,” ujarnya.
Seperti diketahui, sikap politik beberapa partai mitra koalisi di pansus Hak Angket Century berseberangan dengan suara Partai Demokrat. Situasi ini menurut Demokrat tidak etis.
Sehingga partai pemenang pemilu itu pun mengusulkan kepada Presiden agar melakukan perombakan kabinet untuk memberikan pelajaran kepada Partai Golkar, PPP, PKS, dan PAN.
Selasa, 09 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar