Rabu, 10 Februari 2010

"SBY Tahu Soal Ancaman Reshuffle dari Demokrat".

"SBY Tahu Soal Ancaman Reshuffle dari Demokrat"
Rabu, 10 Februari 2010 - 09:44 wib
text TEXT SIZE :
Share
Rivayogi News
(foto: Koran SI)

JAKARTA - Anggapan partai-partai mitra koalisi bahwa ancaman reshuffle kabinet hanya manuver dari sejumlah petinggi Demokrat, dinilai kurang berdasar. Sebab hal itu pastinya sudah dikomunikasikan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Demikian disampaikan peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi kepada Rivayogi News melalui telepon, Rabu (10/2/2010).

“Isu reshuffle itu muncul setelah ada pertemuan antara beberapa petinggi Demokrat seperti Amir Syamsuddin (Sekjen Demokrat), Jafar Hafsah, dan Ahmad Mubarok dengan SBY. Jadi enggak mungkin SBY tidak tahu,” terang Burhan.

Tudingan bahwa wacana reshuffle hanya permainan petinggi Demokrat pernah disampaikan oleh anggota Pansus Century dari Partai Golkar Bambang Soesatyo. Bambang menyebut banyaknya petinggi Demokrat yang menginginkan posisi menteri dengan memunculkan isu perombakan kabinet.

“Kalau benar reshuffle kemudian untuk memasukkan kader-kader Demokrat, saya kira ini tidak akan berdampak positif. Demokrat justru bakal banyak musuh,” jelas Burhan.

Menurutnya, dugaan Golkar bahwa petinggi Demokrat mengincar posisi menteri muncul dari celetukan Ruhut Sitompul bahwa beberapa kader Demokrat siap menggantikan menteri-menteri yang di-reshuffle.

“Menjadi dilematis memang saat Ruhut mengatakan soal itu. Ini kesalahan fatal menurut saya,” pungkasnya.

Ruhut Sitompul sebelumnya memang sempat membocorkan rahasia internal partainya, bahwa selama ini isu reshuffle kabinet dianggap untuk menghukum parpol koalisi yang bandel. Reshuffle juga didorong partainya karena banyak kader Demokrat yang ingin menjadi menteri.

"Pak Jafar Hafsah ingin sekali jadi Menteri Pertanian, wajar dong mantan Dirjen. Anas Urbaningrum juga kan ingin sekali jadi menteri. Kawan-kawan agaknya mulai panas," kata Ruhut di Gedung DPR beberapa waktu lalu.(RV)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

©2009Rivayogi News | by TNB