Selasa, 26 Januari 2010

19 Perusahaan di Sumatera Barat Stagnan

PADANG - Sejak gempa 30 September 2009, kondisi perkembangan investasi di Sumatera Barat (Sumbar) masih belum maksimal hingga saat ini. Akibatnya, membuat para investor ragu untuk kembali menanamkan sahamnya di Negeri Minang ini.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sumatera Barat Masrul Zein, di Sumbar, Senin (25/1/2010).

“Sejak gempa kemarin ada 19 perusahaan yang telah berinvestasi dan akan mengalami stagnan atau masih menunggu kondisi Sumbar benar-benar kondusif serta infrastrukturnya sudah memadai,” katanya saat ditemui di rumah Dinas Gubernur Sumbar, Jalan Jendral Sudirman Padang.

Marzul enggan memberikan keterangan apa nama perusahaan yang mengalami stagnan. Namun dia memberikan jenis usaha yang mengalami stagnan yaitu perusahan di bidang pertambangan dan perhotelan yang mengalami stagnan.

“Yang jelas mereka masih menunggu kalau untuk tidak berinvestasi tidak mungkin mereka lakukan hanya saja mereka menunggu perkembangannya,” tambahnya.

Dia juga mengatakan kondisi yang meraka tunggu itu adalah kondisi infrastruktur lebih bagus, jalan, listrik dan telekomonisi benar-benar pulih. Terkait isu akan datang gempa yang besar itu tidak mempengaruhi keinginan investor untuk memanamkan modalnya di Sumatera Barat.

“Kita kan sudah lihat bahwa bupati di Sumbar memberikan dukungannya untuk menarik investor kesini bahwa banyak peluang dan potensi yang dikembangan serta itu makanya juga kita mengundang bapak kepala BKPM untuk datang ke Padang untuk Sumatera Barat melihat kondisi ril disini bahwa Sumbar memilki potensi yang berlimpah,” tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

©2009Rivayogi News | by TNB