JAKARTA - Melemahnya indeks harga saham gabungan (IHSG) kali ini ternyata tidak diikuti oleh menguatnya USD. Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat di bawah level Rp9.350 per USD.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kurs tengah rupiah pada Senin (25/1/2010) ditutup di level Rp9.340 per USD, melemah jika dibandingkan dengan perdagangan pagi tadi yang sempat berada di Rp9.355 per USD. Sementara itu, kurs jual rupiah hari ini berada di level Rp9.387 dan kurs beli di Rp9.293 per USD.
Seperti dilansir dari Valbury Securities, USD sesi perdagangan Jumat 22 Januari 2010 sempat merosot, sementara yen menguat karena investor mengurangi perdagangan aset yang lebih berisiko, kecewa atas proposal Presiden AS Barack Obama yang mengekang kegiatan perdagangan dari bank-bank.
Yen sebagai safe-haven currency yang diuntungkan karena investor menjadi gelisah, menyentuh level tertinggi lima minggu atas USD dan tertinggi sembilan bulan atas euro, karena pasar saham global anjlok di hari kedua sebagai dampak dari proposal Obama yang membatasi aktivitas perdagangan bank-bank.
Karena tidak ada data ekonomi AS yang dirilis pada Jumat, maka fokus perhatian pelaku pasar tertuju kepada dampak dari proposal Obama
Proposal Obama yang memerlukan pengesahan oleh Kongres AS, akan membatasi bank atau institusi keuangan yang memiliki bank untuk melakukan investasi, men-sponsori hedge fund atau private equity bank. Di tengah ketidakpastian dampak dari proposal Obama, investor menjelang akhir pekan melakukan squaring posisi USD menyusul penguatan dalam minggu-minggu terakhir. Indeks USD sedikit menguat 0,4 persen di level 78,39.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar