Selasa, 26 Januari 2010

Harga Minyak Mentah Tembus USD75

Selasa, 26 Januari 2010 - 08:38 wib
text TEXT SIZE :
Rivayogi News
Foto: Corbis

NEW YORK - Harga minyak mulai kembali naik di atas level USD75 per barel, pada perdagangan awal pekan Senin (25/1/2010) waktu setempat, seiring respons sejumlah investor terhadap kenaikan harga bahan energi.

Pasalnya, pemulihan ekonomi yang mulai terjadi diharapkan akan meningkatkan permintaan energi, tentunya bisa memicu penguatan kembali harga bahan energi tersebut. Misalnya, perusahaan produksi baja mulai tumbuh, namun jumlah pengangguran masih cukup tinggi. Wal Mart berencana untuk mengurangi 11.200 tenaga kerja pada Minggu ini.

Seperti dilanisr dari AFP, harga minyak untuk kontrak pengiriman Maret naik 72 sen dolar AMerika menjadi USD75,26 per barel pada perdagangan New York Mercantile Exchange (Nymex). Sedangkan di London, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak Maret naik 86 sen dolar Amerika ke USD73,69 per barel pada ICE Futures.

Pelemahan minyak yang nyaris mencapai 10 persen pada perdagangan akhir-akhir ini, mulai menyeret harga gasolin. Sentimen lainnya yang akan muncul pekan ini adalah laporan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2009 yang akan dipaparkan Jumat pekan ini.

Sekadar mengingatkan, rencananya Presiden Obama untuk memperkecil dana-dana spekulasi oleh bank-bank komersil bisa membuat harga minyak menjadi mahal bagi para trader. "Kalau kita bisa mereduksi dampak perbankan pada pasar komoditas, maka akan terjadi volatilitas yang minim pada harga bahan energi dan makanan," ungkap analis Mike masters.

Sementara itu, Goldman Sachs dan bank-bank besar lainnya telah membantu aliran dana spekulatif miliaran dolar AS ke pasar minyak dan gas alam, selama beberapa tahun terakhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

©2009Rivayogi News | by TNB