JAKARTA - Penguatan mata uang dolar terhadap rupiah bersifat temporari atau sementara saja. Kondisi tersebut tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
"Iya, bersifat sementara sekali. Dolar Amerika cenderungnya tidak menguat, sehingga kalau menurut saya sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ujar Pjs Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, saat ditemui wartawan, di kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Senin (25/1/2010).
Dijelaskannya, pembatasan nilai mata uang rupiah terhadap hal-hal yang sifatnya spekulatif dalam mengambil keputusan, sehingga mendorong USD menguat selama 2-3 hari ini. "Artinya orang khawatir terhadap situasi itu. Ini kan yg agak ironi kalau orang khawatir malah bisa-bisa dolarnya menguat bukan melemah dia," ujarnya.
Situasi ini, tentunya berimbas positif ke depannya, hal ini menunjukkan perekonomian mulai membaik. "Kalau kita perhatikan situasinya sudah mulai mereda lagi.
Sebagai informasi, nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat di bawah level Rp9.350 per USD. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kurs tengah rupiah pada Senin (25/1/2010) ditutup di level Rp9.340 per USD, melemah jika dibandingkan dengan perdagangan pagi tadi yang sempat berada di Rp9.355 per USD. Sementara itu, kurs jual rupiah hari ini berada di level Rp9.387 dan kurs beli di Rp9.293 per USD
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar