Selasa, 26 Januari 2010

Inflasi Januari Diprediksi Capai 0,6%

JAKARTA - Inflasi Januari 2010 diprediksi akan mencapai 0,6 persen. Tingginya angka inflasi bulan ini dibandingkan sebelumnya lebih disebabkan karena naiknya harga beras.

"Beras cukup berpengaruh terhadap inflasi," ujar ekonom Danareksa, Purbaya ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (25/1/2010).

Kenaikan harga beras sangat dipengaruhi oleh musim panen yang terlambat dan akan mempengaruhi harga komoditas lainnya. Di sisi lain, menurutnya, pemerintah sepertinya belum mengeluarkan cadangan beras yang dimiliki sehingga kenaikan harga tidak dapat dihindari. "Kalau beras naik, biasanya akan diikuti oleh kenaikan lainnya," tambahnya.

Menurutnya, kisaran angka inflasi sebesar 0,5-0,6 persen merupakan angka yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Secara keseluruhan, angka inflasi pada tahun ini diperkirakan maksimal akan menyentuh enam persen.

Sementara itu, menurutnya tekanan baru akan terjadi ketika masuk semester kedua dan akhir tahun nanti. "Kondisi sekarang masih normal saja," tambahnya.

Sementara itu, optimisme senada juga diungkapkan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan yang mengatakan bahwa fluktuasi harga sejumlah bahan kebutuhan pokok dalam tiga minggu pertama Januari 2010 tidaklah perlu terlalu dikhawatirkan akan berpengaruh banyak terhadap inflasi. Sebab, kenaikan beberapa bahan pokok yang cenderung naik tajam, diimbangi dengan penurunan beberapa bahan pokok lainnya.

Menurutnya jika pemerintah melakukan operasi pasar untuk beras mungkin akan sedikit meredam. Sedangkan mengenai impor gula yang telah masuk pasar juga akan meredam lonjakan harga. Sehingga perhitungan BI tentang inflasi tahunan sebesar 5 plus-minus 1 akan tetap terjaga. "Mudah mudahan perkiraan BI benar," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

©2009Rivayogi News | by TNB